Posts

Showing posts with the label nasional indonesia

3 Gunung di Nusa Tenggara Naik Status Waspada

Image
Ketiga gunung api itu adalah Gunung Anak Ranakah, Gunung Tambora, dan Lewotobi Perempuan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status tiga gunung api di Nusa Tenggara, dari semula “normal aktif” menjadi “waspada” atau level II. Akitvitas gunung ini naik selama enam hari terakhir. Tiga gunung tersebut adalah Gunung Anak Ranakah, Gunung Tambora, dan Lewotobi Perempuan. Ketiganya terus memperlihatkan peningkatan aktivitas. Gunung Anak Ranakan di Kabupatean Manggarai NTT, naik aktivitasnya sejak 26 Agustus 2011, sejak pukul 15.00 WITA. Dua hari sebelumnya, tercatat sebanyak 24 gempa vulkanik dan 10 gempa vulkanik dangkal. Lima hari kemudian, Gunung Tambora yang berlokasi antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB, dinaikkan statusnya menjadi “waspada” sejak 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA. Aktivitas gunung ini telah meningkat sejak April lalu. “Awal Agustus 2011, secara visual teramati asap putih tebal setinggi 20 meter dari kawah Doro Api To...

[Sukarno] Mentri asli Indonesia

Image
Baru setelah merdeka 43 tahun Indonesia punya mentri yang 100% Indonesia asli. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. "Orang Indonesia asli" pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

[Sukarno] Tidak ada jalan Sekarno Hatta di Jakarta

Image
Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada "Jalan Soekarno-Hatta" di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.

[Sukarno] Hari kelahiran dan kematian

Image
Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya", WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.

[Sukarno] Dokumentasi Proklamasi selamat berkat bohong

Image
Peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita karena satu kebohongan. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

10 Gunung Tak Boleh Dijadikan Tempat Upacara HUT RI

Image
Lokasi upacara HUT RI di Gunung Semeru, Jatim. (Dok: Sun TV) BANDUNG - Puncak gunung menjadi tempat favorit kalangan pecinta alam dan organisasi kepemudaan sebagai tempat menggelar upacara HUT RI. Namun tahun ini ada 10 gunung yang direkomendasikan tidak dijadikan tempat upacara pada 17 Agustus besok. Gunung-gunung tersebut adalah Anak Krakatau di Selat Sunda, Marapi (Sumatera Barat), Semeru (Jawa Timur), Bromo (Jatim), Soputan (Sulawesi Utara), Lokon (Sulut), Karangetang (Sulut), Papandayan (Jawa Barat), Gamalama (Maluku Utara), dan Gunung Ibu (Malut). Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Agus Budianto, mengungkapkan, 10 gunung api itu didapat dari hasil amatan PVMBG terhadap 68 gunung api di Indonesia. “Kami rekomendasikan supaya tidak melaksana...

Upacara 17 Agustus Virtual di Twitter

Image
Twitter TEMPO Interaktif , Jakarta - Tak perlu takut panas untuk ikut upacara ulang tahun Kemerdekaan Indonesia. Kini upacara bisa dilakukan secara maya di jejaring sosial Twitter. Hanya dengan menggerakan jari dan berbekal tanda pagar #upacarabendera, Anda bisamengikuti upacara bersama warga Indonesia dari seluruh dunia. Upacara virtual pada 17 Agustus 2011 ini dikelola oleh akun @ID_optimis (Indonesia Optimis). Untuk mengetahui tata cara upacara bisa dilihat di laman situs www.id-optimis.org . Berdasarkan laman id-optimus, nanti pukul 16.00 WIB sudah ada geladi resik untuk upacara 17 Agustus di Monumen Tugu Proklamasi. Esok hari, tepat pukul 07.00 WIB, acara dimulai dengan check-in bersama melalui aplikasi Foursquare di Monumen Tugu Proklamasi. Tepat pukul 10.00 WIB, diimbau untuk tidak posting tweet selama satu menit untuk mengheningkan cipta. Momen ini disesuaikan dengan detik-detik proklamasi pada waktu yang ...

Fakta 17 Agustus

Image
Menarik membaca kiriman email dari salah satu teman saya mengenai berbagai fakta sehubungan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang selalu kita rayakan setiap tanggal tanggal 17 Agustus. Fakta-fakta ini didapatkan si pengirim email dari Harian Suara Merdeka , hari Jumat, tanggal 18 Agustus 1995, halaman VII, dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Berikut pengatar dan fakta-fakta mengenai hari kemerdekaan Indonesia: Sejarah bisa diceritakan dalam berbagai versi dan gaya. Kali ini, seorang pemerhati sejarah di Jakarta, Iwan Satyanegara, menyajikan “Lintasan Sejarah” dari sisi dan style lain. Selain bisa menambah wawasan, tulisan yang diramu dari berbagai sumber dan hasil renungan penulisnya itu diharapkan juga mampu memberikan hiburan segar dalam rangka nuansa Indonesia Emas. Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak d...

Benarkah Indonesia Pernah Dijajah Belanda Selama 350 Tahun?

Image
Oleh : Jalatua Hasugian. Tanggal 17 Agustus 2011 ini, bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang Ke-66. Semarak peringatan kemerdekaan dengan ragam aktivitas tampak menggempita di seantreo Nusantara. Setidaknya, fakta ini menunjukkan bahwa seluruh rakyat ingin berperan atas nama spirit kebangsaan (nasionalisme) memperingati hari paling bersejarah bagi bangsa ini. Setiap memperingati hari kemerdekaan, memori kolektif bangsa ini tak bisa lepas dari penderitaan leluhurnya, akibat kekejaman Belanda, yang (konon) pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Mitos ini agaknya perlu dibongkar dan dikritisi sehingga ada pelurusan sejarah bagi bangsa ini. Sebab, selama berpuluh tahun kita telah dicekoki dengan informasi yang tak jelas, bahkan tak bisa dipertanggungjawabkan secara historis maupun akademis. Entah siapa yang mengawali, tetapi kita kebanyakan ikut larut dalam buaian opini tentang mitos penjajahan Belanda di negeri ini. Selama berpuluh tahun par...

Merah Putih Siap Berkibar di Puncak Elbrus

Image
Elbrus/Int Sebanyak tiga tim pendaki dari Indonesia termasuk Tim Ekspedisi Merdeka-RMOL, diantaranya pendaki tuna daksa bernama Sabar dari Tim Ekspedisi Merdeka, melakukan pendakian Gunung Elbrus (5642 mdpl) yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Eropa. Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana dalam keterangannya kepada Antara London, Minggu (14/8/2011) mengatakan dengan semangat yang tinggi, hanya mengandalkan sebelah kaki kanan dengan dibantu sebuah tongkat, Sabar bertekad untuk menaklukan puncak Gunung Elbrus. Enjay Diana mengatakan tujuan pendakian tersebut adalah pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus tepat pada tanggal HUT RI ke-66 tanggal 17 Agustus 2011, selain untuk pengenalan Indonesia kepada dunia internasional dan mengenal lingkungan Taman Nasional Elbrus. Dalam pertemuan dengan tim pendaki Indonesia Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Moskow Minister Counselor Politik Nugroho Setyadie menyampaikan harapannya agar...

Awas! Gerakan Separatis Jelang 17 Agustus di Wilayah Perbatasan

Image
Tribunnews.com/Andre Kirwel Polisi menyita selembar bendera Bintang Kejora yang dikibarkan di lokasi penembakan yang menewaskan 3 orang di Abepura, Jayapura, Senin (1/8/2011) Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2011 mendatang pemerintah diminta mewaspadai gerakan-gerakan radikal dan separatis di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara-negara tetangga seperti Papua Nugini, Malaysia dan Fillipina. "Menjelang 17 Agustus selalu bergolak, kita masih ingat beberapa tahun lalu Papua juga bergolak, waktu Kapolda di Papua, Timbul Silaen, konflik dan kontak senjata TNI dan OPM, sekarang juga marak di perbatasan Abepura," ujar Pengamat Politik LIPI, Ikrar Nusa Bakti saat acara diskusi DPD bertajuk 'Kesetaraan Lembaga Perwakilan Untuk Membangun Daerah' di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (5/8/2011). Menurut Ikrar, penyebab munculnya potensi konflik tersebut lebih disebabkan tidak adanya pe...

Istimewanya HUT Kemerdekaan RI Kali Ini

Image
inilah.com/Agus Priatna INILAH.COM, Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 kemerdekaan Indonesia 17 Agustus kali ini spesial. Pasalnya peringatan bertepatan dengan bulan Ramadan dan peringatan turunnya Al-Quran yaitu Nuzulul Quran. Hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan pada sidang bersama DPR-DPD di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2011). "Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa sekaligus penuh makna. Besok, tanggal 17 Agustus 2011 bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan 1432 Hijriyah, segenap rakyat Indonesia di seluruh penjuru tanah air, akan bersama-sama merayakan hari yang sangat bersejarah bagi kita semua," kata dia. "Segenap rakyat Indonesia akan merayakan 66 tahun Proklamasi kemerdekaan negara kita. Pada tanggal yang penting itu pula, kaum muslimin dan muslimat akan memperingati Nuzulul Qur’an, hari diturunkannya kitab suci Al-Qur’an ke...

HUT ke-66 RI, Dua Kampung di Jombang Enggan Pasang Bendera

Image
Foto: Tamam Mubarrok <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a> Jombang - HUT ke-66 RI tahun ini ternyata tidak seramai seperti perayaan tahun lalu. Tahun ini, kehadiran peringatan kemerdekaan tidak disambut dengan memasang bendera. Bahkan, ada dua kampung di Kabupaten Jombang yang enggan memasang dengan alasan lupa. Perayaan HUT RI seakan mati suri. Warga pun mulai malas memeriahkan hari kemerdekaan ini. Beberapa warga mengaku memeriahkan tidak penting, selain itu mereka juga tidak mendapat himbauan dari perangkat desa. Dari pantauan detiksurabaya.com , suasana kampung di Kelurahan Kaliwungu, tepat...

Ketika Istana Bersolek

Image
KOMPAS/CRISTOPHORUS WAHYU HARYO P Sejumlah pekerja, Jumat (5/8/2011), tengah mempersiapkan tenda untuk jamuan kenegaraan pada HUT ke-66 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan Jakarta. Oleh FX Lilik Dwi Mardjianto Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, akhir-akhir ini, tampak ramai, baik karena berbagai kegiatan menteri maupun menghadapi peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2011. Para menteri sering datang ke Istana untuk berbagai kepentingan mendesak, antara lain persiapan "penyambutan dan pengawalan" tersangka Muhammad Nazaruddin yang tertangkap di Kolombia dan persiapan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung MPR/DPR/DPD. Keramaian lain yang juga menarik perhatian adalah banyaknya pekerja yang sibuk mempercantik Istana. Mereka diberi tugas untuk memperindah pusat pemerintahan itu menyambut peringatan kemerdekaan RI. Kompleks Istana Kepresidenan t...