Tuesday, August 16, 2011

Merah Putih Siap Berkibar di Puncak Elbrus



Elbrus/Int
Sebanyak tiga tim pendaki dari Indonesia termasuk Tim Ekspedisi Merdeka-RMOL, diantaranya pendaki tuna daksa bernama Sabar dari Tim Ekspedisi Merdeka, melakukan pendakian Gunung Elbrus (5642 mdpl) yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Eropa.



Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana dalam keterangannya kepada Antara London, Minggu (14/8/2011) mengatakan dengan semangat yang tinggi, hanya mengandalkan sebelah kaki kanan dengan dibantu sebuah tongkat, Sabar bertekad untuk menaklukan puncak Gunung Elbrus.



Enjay Diana mengatakan tujuan pendakian tersebut adalah pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus tepat pada tanggal HUT RI ke-66 tanggal 17 Agustus 2011, selain untuk pengenalan Indonesia kepada dunia internasional dan mengenal lingkungan Taman Nasional Elbrus.



Dalam pertemuan dengan tim pendaki Indonesia Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Moskow Minister Counselor Politik Nugroho Setyadie menyampaikan harapannya agar misi yang diemban para pendaki Indonesia berhasil dengan baik.



"Semangat yang tinggi dari tim pendaki Indonesia ini harus didukung, terlebih-lebih seperti semangat Mas Sabar", ujarnya.



Pimpinan Redaksi Rakyat Merdeka Online (RMOL) Teguh Santosa yang mendampingi Tim Ekspedisi Merdeka menyampaikan bahwa pendakian Ekspedisi Merdeka bukan saja pengibaran bendera Merah Putih di puncak Elbrus pada tanggal 17 Agustus.



"Pendakian Mas Sabar sebagai pencerminan semangat yang kuat dan pantang menyerah dari sosok rakyat Indonesia yang hidup penuh dengan tantangan dan hambatan saat ini," ujar Teguh Santoso.



Untuk mempersiapkan pendakian yang dilakukan secara bertahap, tim pendaki Indonesia sejak 12 Agustus 2011 sudah berada di base camp Emanuel Glade (2580 mdpl) guna aklimatisasi.



Mencapai "base camp" Emanuel Glade dari Kota Pyatigorsk di Stavropolsky Krai sekitar 120 km tidaklah mudah.



Perjalanan ditempuh sekitar lima jam dengan menggunakan kendaraan khusus, seperti jeep mengingat jalanan yang terjal, berbukit dan curam untuk mencapai tempat tersebut.



Jalur pendakian ini adalah jalur utara karena jalur selatan ditutup sejak bulan April 2011 untuk alasan keamanan.



Sebelum melakukan pendakian tahap awal tanggal 13 Agustus, dalam upacara singkat dikumandangkan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.



Counsellor Pensosbud KBRI Moskow M. Aji Surya yang mendampingi tim hingga base camp Emanuel Glade menyerahkan bendera Merah Putih kepada para pendaki untuk dibawa dan dikibarkan di puncak Elbrus yang langsung melakukan pendakian hingga mencapai ketinggian 3800 m dan kembali ke base camp Emanuel Glade untuk bermalam.



Tim pendaki hari ini kembali menuju pada ketinggian 3800 m atau pendakian tahap kedua dan menginap semalam dan baru tanggal 15 Agustus tim pendaki menuju ketinggian 4800 m atau pendakian tahap ketiga dan kembali lagi ke camp di ketinggian 3800 m untuk bermalam.



Sementara itu, tanggal 16 Agustus tim pendaki kembali menuju pada ketinggian 4800 m atau pendakian tahap keempat dan bermalam di sana.



Selanjutnya pada tanggal 17 Agustus dinihari direncanakan dilakukan "summit attack" untuk mencapai puncaknya pada ketinggian 5642 m atau pendakian tahap akhir.



Keberhasilan pendakian Gunung Elbrus yang selalu diselimuti salju abadi ini ditentukan cuaca yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.



Banyak yang berharap cuaca dapat mendukung tim pendaki Indonesia untuk sampai ke puncak Elbrus.



"Tunggu kabar saya dari puncak Elbrus," kata Sabar penuh semangat sebelum memulai pendakian tahap pertama.



Dalam beberapa tahun terakhir tidak sedikit pendaki-pendaki Indonesia yang berhasil menaklukkan dan mengibarkan bendera Merah Putih di puncaknya.



Akan tetapi, suatu hal yang menarik dan menjadi kebanggaan Indonesia dalam pendakian tim Indonesia kali ini adalah adanya pendaki tuna daksa dari Tim Ekspedisi Merdeka bernama Sabar.



Jika berhasil, Sabar ditengarai sebagai pendaki tuna daksa pertama di dunia yang menaklukan puncak Elbrus melalui jalur utara yang baru dibuka ini.



Adapun pendaki penyandang cacat yang berhasil mencapai puncak Elbrus melalui jalur berbeda antara lain Vladimir Krupennikov (lumpuh) dari Rusia/1997, Yakov London (lumpuh) dari Rusia/2001 dan Erik Weihenmayer (buta) dari Amerika Serikat/2002. (Aef/Ant)