Dia Algojo Khadafi, Dia Diperkosa
Sebagai anggota pasukan algojo, ia dipaksa membunuh 11 orang. Ia juga diperkosa. Nisreen terus meringkuk di balik selimut. Mata cokelatnya menatap kosong. Bicaranya pun terbata-bata. Raut wajahnya memperlihatkan emosi yang sangat kacau. Gadis 19 tahun itu tak bisa menyembunyikan trauma atas pengalamannya menjadi algojo semasa rezim Muammar Khadafi di Libya. “Salah satu dari mereka memiliki rambut wajah seperti ini (membuat bentuk jenggot di sekitar mulutnya),” katanya mengingat wajah seorang pria muda yang ia tembak mati. Sebagai anggota pasukan algolo, Nisreen telah membunuh sedikitnya 11 orang tahanan rezim Khadafi. “Setiap eksekusi, ada seseorang di kedua sisi saya dan satu belakang. Mereka mengatakan jika saya tidak menembak, mereka yang akan menembak saya.” Dalam kondisi terancam, Nisreen merasa tak punya pilihan lain selain mengarahkan pistol ke sasaran dan menarik pelatuk pistol dalam genggamannya. “Setiap kali menembak, aku akan memutar kepalaku menjauh. Tak lama ...