Tuesday, August 30, 2011

Perbedaan 1 Syawal, Jangan Membuat Umat Islam Terpecah





Umat Islam Jangan Terpecah Perbedaan 1 Syawal
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan adanya perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah jangan sampai memecah belah umat Islam.







"Kalau sampai terjadi tidak sepakat tentang 1 Syawal, diharapkan umat Islam tidak menjadikan hal itu sebagai pemecah belah umat," ujar Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf kepada inilah.com, Jakarta, Senin (29/8/2011).







Dia mengatakan, perlu ada sikap toleransi dalam menyikapi perbedaan. Sebab, kata dia, pada akhirnya umat Islam harus mengikuti salah satu hadis Rasullullah, bahwa perbedaan adalah rahmat.



Karena itu, kata dia, perbedaan harus dijadikan sebagai pemersatu umat dan memperkaya cara untuk menghadapi masalah. "Bagi NU akan lebih senang jika bersatu dalam proses penentuan secara bersama-sama," terangnya.







Slamet mengatakan, sebenarnya perbedaan dalam menetapkan 1 Syawal sudah biasa dan muncul bukan dari Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah. Ormas kecil seperti Aboge dan Naqsabandiyah juga kerap berbeda dalam penentuannya.







"Tapi siapa yang paling benar tentu Allah. Yang penting ikhlas, karena agama kita Islam, bukan hisab bukan rukyah," kata dia.